Perajin resah, Pemesan gerabah di Lombok Barat turun

Mataram, NTB – Perajin gerabah dari tanah liat Lombok Barat resah akan turunnya pesanan yang terjadi pada beberapa tahun terakhir ini.

Ahmad, perajin gerabah Banyumulek, Lombok Barat, Selasa, menuturkan, pemesan gerabah pada tahun-tahun terakhir ini benar-benar mengalami penurunan yang drastis.

“Biasanya dulu, kami mendapat pemesan dari dalam dan luar negeri, bahkan kebanyakan pemesan dari luar negeri datang langsung ke tempat kami, diantaranya Perancis, Italia dan negara Eropa lainnya sehingga keuntungan yang diperoleh bisa mencapai Rp10 juta dalam sebulan,” kata Ahmad.

Ia melanjutkan, akan tetapi semenjak kejadian Bom Bali yang terjadi pada 1 oktober 2005, pemesan yang berasal dari mancanegara hilang, sehingga mengurangi pendapatan kami, bahkan dalam sebulan hanya mendapat Rp1 sampai Rp2 juta, karena kebanyakan pemesan mancanegara berada di Bali,

Kebanyakan pemesan pada saat ini berasal dari lokal lombok, akan tetapi gerabah yang dipesan hanya berupa peralatan rumah tangga, seperti pot, dan hiasan rumah, namun itu tidaklah banyak. “Ini hampir membuat saya frustasi dan ingin melelang seluruh gerabah milik saya, ungkap Ahmad.

Hal senada juga dikatakan Syuhaeba, pengrajin dan pedagang gerabah di Lombok Barat, tahun-tahun terakhir ini pemesan gerabah benar-benar turun, terutama pemesan dari mancanegara, bahkan sudah sangat jarang, hal ini terjadi pascabom bali, sehingga pendapatan perbulan pun ikut turun.

sementara itu, bukan saja perajin gerabah yang resah, pedagang pun ikut resah dikarenakan pesanan yang sangat sedikit,

Khaerun Nisa, pedagang gerabah mengatakan, saat ini pemesanan sangat sedikit, dalam sehari paling hanya dua atau tiga yang terjual, kecuali kalau lagi untung, itu pun tidak terlalu besar. (Ant)